Menu

Mode Gelap
Kabar Gembira! Mendikbudristek Batalkan Kenaikan UKT Mahasiswa Peringatan Hari Film Nasional ke-74 Tuai Sambutan Positif Masyarakat Kemendikbudristek: Pramuka Tetap Menjadi Ekstrakurikuler yang Wajib Disediakan Sekolah Memperingati Hari Film Nasional Tahun 2024, Kemendikbudristek Perkuat Ekosistem Perfilman Indonesia Kemendikbudristek Semarakan Peringatan Hari Film Nasional Tahun 2024

Opini · 2 Agu 2023 WIB

Faktor Kesuksesan dalam Penyelenggaraan Sistem Otonomi Daerah di Indonesia


 Faktor Kesuksesan dalam Penyelenggaraan Sistem Otonomi Daerah di Indonesia Perbesar

Restu Wicaksono, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah | Opini

Lahirnya sebuah sistem otonomi daerah di Indonesia, menjadikan sebuah gebrakan baru pada sistem pemerintahan di Indonesia, yang awal nya Indonesia tidak menganut adanya otonomi daerah, maka sejak adanya gerakan reformasi pada tahun 1998 yang pada waktu itu presiden nya Indonesia yakni pak soeharto, pada saat gerakan reformasi maka timbulah sebuah cetusan sistem yang di gulirkan oleh para intelektual mahasiswa.

Sistem otonomi daerah ini sudah berjalan kurang lebih 26 tahun di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, yang menjadikan sebuah landasan sistem otonomi daerah ini lahir karena pada zaman orde baru banyak nya fenomena ketidakmerataan sebuah perkembangan ekonomi serta politik di masing masing daerah di Indonesia, serta lahirnya otonomi daerah dilandasi pula dengan hadir nya keppres nomor 1 tahun 1996 yang menjadi sebuah intruksi daerah presiden langsung.

Seiring berjalan nya waktu, sistem otonomi daerah ini dihadapi sebuah gejala perubahan dari masa transisi nya, maka banyak gejolak rintangan yang harus di hadapi. Namun hal itu tidak dapat mengurangi kualitas sebuah sistem dari otonomi daerah, dalam sistem nya otonomi daerah memberikan sebuah kewenangan pada masing masing daerah di Indonesia untuk menjalankan sistem pemerintahanya secara mandiri, sehingga diharapkan masing masing daerah dapat menjalankan sebuah sistem pemerintahan yang sesuai dengan kondisi daerahnya masing masing, baik dalam bidang perkembangan sosial, budaya, politik, dan ekonomi.

Pada praktik pemerintahan secara otonomi daerah memiliki sebuah perkembangan salah satunya di bidang ekonomi dan politik,  pada sistem otonomi daerah pemerintahan daerah baik tingkat provinsi dan kabupaten atau kota dapat mengorganisir pendapatan dari masing masing daerah secara mandiri, sehingga pemerintah daerah setempat paham dengan apa yang mennjadi sebuah kebutuhan dari aspek ekonomi nya, kedua yakni politik, dalam bidang politik, pemerintahan daerah dapat menjaga stimulasi dari setiap perkembangan fenomena politik di masing masing daerah, sehingga tidak terjadinya sebuah adu tempur untuk menyelesaikan persoalan politiknya di masing masing daerah.

Dari uraian penjelasan di atas maka terdapat sebuah konklusi atau kesimpulan yang dapat di tarik menjadi sebuah faktor, yang dapat membuahkan sebuah keberhasilan dari berjalannya sebuah sistem otonomi daerah di Indonesia, faktor faktor tersebut antara lain :

1. Faktor Sumber Daya Manusia

Manusia sebagai sumber daya utama dalam menjalankan sebuah sistem otonomi daerah, maka sangat diharapkan untuk keberlangsungan dari sistem otonomi daerah ini, sumber daya manusia merupakan aspek komponen penting karena sumber daya manusia lah yang menjadi sebuah subjek pelaku untuk menjalankan sistem pemerintahan di daerah nya, maka dengan faktor itu lah di harapkan sumber daya manusia di pemerintahan ini lah yang mengerti serta paham pada perkembangan di masing daerah nya, baik di tingkat provinsi, maupun kabupaten atau kota.

2. kemampuan struktural organisasi

Penjelasan pada poin kedua ini, hal yang menjadi faktor keberhasilan dari berjalan nya sistem otonomi daerah sangat berkesinambungan dengan penjelasan yang ada di poin pertama, di poin yang kedua ini, kemampuan struktural organisasi yang mampu menjadikan aspek utama pula dalam keberhasilan dari sistem otonomi daerah, hal tersebut tentunya yang dapat menjalankan atau kata lain organisatoris dari sebuah sistem pemerintahan daerah maka sumber daya manusia ini lah yang harus di uji dalam kemampuan memanajemen sebuah sistem organisasi nya, maka keberhasilan otonomi daerah dapat dikatakan berhasil jika kemampuan struktural organisasinya juga baik.

Opini ini sepenuhnya mewakili opini pribadi si penulis dan tidak mewakili redaksi.

Artikel ini telah dibaca 110 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Kajian Yuridis Hukum Lingkungan Terhadap Permasalahan Pencemaran Yang Terjadi di Sungai Kecamatan Dukupuntang

29 Februari 2024 - 14:41 WIB

Kriminalisasi Seksual Terhadap Jurnalis Perempuan di Indonesia

16 Februari 2024 - 10:54 WIB

Perlindungan Hukum Anak Di Bawah Umur Dalam Tindak Pidana Cyber

16 Februari 2024 - 10:49 WIB

Upaya Pertanggungjawaban dan Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan Dalam Jaringan Tindak Pidana Peredaran Narkotika

16 Februari 2024 - 10:44 WIB

Bawaslu Wajib Lakukan Pembinaan Jajaran Pengawas Pemilu: Upaya Optimis Tingkatkan Kinerja di Pemilu 2024

26 Januari 2024 - 10:30 WIB

Penilaian Kritis 100 Hari Kepemimpinan: Kecaman Terhadap Langkah Politik Pragmatis PP IPM di Era Politik 2024

19 Januari 2024 - 22:38 WIB

Trending di Opini