Menu

Mode Gelap
Kabar Gembira! Mendikbudristek Batalkan Kenaikan UKT Mahasiswa Peringatan Hari Film Nasional ke-74 Tuai Sambutan Positif Masyarakat Kemendikbudristek: Pramuka Tetap Menjadi Ekstrakurikuler yang Wajib Disediakan Sekolah Memperingati Hari Film Nasional Tahun 2024, Kemendikbudristek Perkuat Ekosistem Perfilman Indonesia Kemendikbudristek Semarakan Peringatan Hari Film Nasional Tahun 2024

Pemerintah Pusat · 1 Mei 2023 WIB

Inovasi Teknologi Kampas Rem Berbasis AI Jadi Sorotan di Hannover Messe 2023


 Rombongan Presiden Joko Widodo dan Kanselir Jerman, Olaf Scholz, ketika berkeliling mengunjungi Hannover Messe 2023. Dok/BKHM Kemendikbudristek Perbesar

Rombongan Presiden Joko Widodo dan Kanselir Jerman, Olaf Scholz, ketika berkeliling mengunjungi Hannover Messe 2023. Dok/BKHM Kemendikbudristek

RUBBIKMEDIA.COM – Hannover, Salah satu produk hasil kolaborasi antara pendidikan vokasi dan industri mendapat sorotan langsung dari rombongan Presiden Joko Widodo dan Kanselir Jerman, Olaf Scholz, ketika berkeliling mengunjungi Hannover Messe 2023. Inovasi tersebut adalah teknologi pendeteksi keretakan kampas rem dengan bantuan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dikembangkan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Alat pendeteksi keretakan kampas rem dengan menggunakan AI tersebut merupakan hasil kolaborasi riset terapan antara Agus Winarno selaku dosen di Sekolah Vokasi UGM bersama mahasiswa dan industri dengan PT Akebono Brake Astra Indonesia. Keberadaan alat ini menjadi salah satu gebrakan bagi industri otomotif internasional lantaran selama ini pengujian keretakan kampas rem masih dilakukan secara manual menggunakan indra pendengar manusia.

Kanselir Jerman, Olaf Scholz di sela-sela kunjungan tersebut menanyakan tentang di mana alat ini di produksi dan jenis perusahaan yang bisa memanfaatkannya. Pertanyaan tersebut langsung direspons oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto yang juga ikut membersamai rombongan.

“Alat ini diproduksi di Indonesia untuk mendukung supply chain dalam industri yang bergerak di bidang otomotif,” tegas Menko Airlangga.

Ekosistem kemitraan yang sinergis antara dunia pendidikan, khususnya vokasi dengan industri diharapkan mampu mendukung terwujudnya Indonesia 4.0 dalam hal teknologi baru, khususnya berbasis Internet of Things (IoT) dan AI. Selain itu, juga berkontribusi sebagai penggerak ekonomi dan pendongkrak daya saing industri.

“Satuan pendidikan vokasi tidak hanya menjadi penyuplai tenaga kerja, tetapi menjadi mitra dalam menciptakan teknologi,” ujar Agustinus Winarno selaku ketua tim periset dari Sekolah Vokasi UGM.

Agus Winarno menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kekuatan untuk bersaing dengan negara lain disebabkan oleh kepemilikan sumber daya alam dan manusia yang melimpah. Walaupun demikian, patut untuk diakui bahwa Indonesia masih perlu meningkatkan penggunaan teknologi untuk mendukung investasi dan industri di Indonesia.

“Potensi terbesar (Indonesia) adalah material, itu yang paling utama. Kedua, sumber daya manusia yang (jumlahnya) besar. Tetapi kendalanya adalah pada teknologi yang masih perlu dikejar untuk dapat bersaing,” tuturnya.

Agus Winarno juga mengatakan bahwa Indonesia perlu belajar dari Jerman dalam mengelola dan memprioritaskan pendidikan vokasi sebagai bagian penting dalam mendukung investasi dan industri. Oleh sebab itu, Ia berharap melalui ajang internasional seperti Hannover Messe ini Indonesia dapat lebih terbuka untuk menjalin kerja sama dan investasi dari negara-negara lain yang potensial.

“Kolaborasi sudah terjadi antara pendidikan vokasi dan industri, tetapi belum seperti di Jerman. Di Jerman, vokasi sangat penting untuk mendukung pembangunan,” sebut Agus.

Salah satu tantangan yang patut diperhatikan, menurut Agus yaitu terkait kompetensi dari tenaga kerja. Pasalnya, di negara maju seperti Jerman pendidikan vokasi telah menghasilkan tenaga kerja terampil. Sementara di Tanah Air, pendidikan vokasi masih dalam tahap menyediakan angkatan kerja.

“Kita harus hubungkan antara investasi, potensi, dan human development. Sedangkan metode pembelajaran harus mengarah ke sana, peta jalan yang jelas, investasinya apa, tren ke depan bagaimana, dan apa yang kita punya sehingga kita bisa agile. Dengan begitu pendidikan vokasi akan bisa menyiapkan dari lini yang paling dasar sampai lini yang paling tinggi, yaitu inovasi,” tandasnya.

Kemendikbudristek turut menjadi bagian dalam ajang pameran Hannover Messe Tahun 2023 di Jerman. Hannover Messe pertama kali diselenggarakan tahun 1947 dan saat ini telah menjadi pameran teknologi industri tahunan terbesar di dunia. Pada tahun 2023, Indonesia merupakan official partner country Hannover Messe dengan mengusung tema Making Indonesia 4.0.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Kemendikbudristek Apresiasi dan Fasilitasi Kehadiran Sineas Indonesia di Cannes Film Festival 2024

28 Mei 2024 - 21:02 WIB

Kabar Gembira! Mendikbudristek Batalkan Kenaikan UKT Mahasiswa

27 Mei 2024 - 15:37 WIB

Sajikan Tayangan Budaya, Indonesiana.TV Raih Penghargaan CNN Indonesia Award 2024

16 Mei 2024 - 10:15 WIB

Kemendikbudristek Apresiasi Penggarapan Film Biopik Ki Hadjar Dewantara

6 Mei 2024 - 22:44 WIB

Persiapan Telah Matang, Kemendikbudristek Siap Suguhkan Konser Musikal ‘Memeluk Mimpi- Mimpi’

22 April 2024 - 11:44 WIB

Peringatan Hari Film Nasional ke-74 Tuai Sambutan Positif Masyarakat

4 April 2024 - 17:10 WIB

Trending di Kebudayaan