Menu

Mode Gelap
Peringatan Hari Film Nasional ke-74 Tuai Sambutan Positif Masyarakat Kemendikbudristek: Pramuka Tetap Menjadi Ekstrakurikuler yang Wajib Disediakan Sekolah Memperingati Hari Film Nasional Tahun 2024, Kemendikbudristek Perkuat Ekosistem Perfilman Indonesia Kemendikbudristek Semarakan Peringatan Hari Film Nasional Tahun 2024 Balai Media Kebudayaan Ajak Sineas Indonesia Ikuti Open Call Program Indonesiana.TV

Pemerintah Pusat · 30 Mei 2023 WIB

Keberagaman dan Kreativitas: Kemeriahan Karnaval Merdeka Belajar


 Karnaval Merdeka Belajar dengan tema ‘Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar’ Yogyakarta, Minggu (28/5). Dok/BKHM Perbesar

Karnaval Merdeka Belajar dengan tema ‘Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar’ Yogyakarta, Minggu (28/5). Dok/BKHM

RUBBIKMEDIA.COM – Yogyakarta, Memeriahkan Puncak Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2023, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyelenggarakan Karnaval Merdeka Belajar mengusung tema ‘Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar’, diikuti oleh 500 insan pendidikan dan kebudayaan, di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (28/5).

Arak-arakan peserta karnaval yang terbagi atas segmen Indonesia Bergerak, Indonesia Serentak, dan Indonesia Semarak dimulai dari Benteng Vredeburg dan berakhir di Titik KM 0 Yogyakarta. Karnaval merupakan bagian dari upaya Kemendikbudristek untuk mempromosikan pendidikan dan kebudayaan sebagai pendorong inovasi dan pembangunan sebagai bagian dari kebijakan Merdeka Belajar.

Masyarakat dihibur oleh sajian karnaval seperti sorot tampilan kreasi video mapping kebudayaan tradisional Indonesia yang memukau, gamelan anak bertemakan pendidikan, lantunan Kidung Puji Rahayu, penampilan kebudayaan Indonesia, dan prolog Karnaval Merdeka Belajar.

Karnaval ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa identitas dan persatuan nasional di antara para peserta dan masyarakat, dengan menampilkan keragaman dan kekayaan budaya Indonesia dari berbagai daerah, latar belakang, dan minat, yang berkesempatan untuk saling belajar dan bertukar pikiran.

Karnaval ini mendapat tanggapan positif dan antusiasme dari para peserta karnaval serta ribuan masyarakat dan wisatawan lokal maupun mancanegara yang memadati lokasi karnaval. Peserta mengatakan bahwa mereka merasa bangga menjadi bagian dari acara yang penuh warna dan dinamis yang merayakan pendidikan dan budaya di Indonesia.

“Di karnaval, kelompok kami akan menampilkan tarian kolosal berjudul ‘Ganesha’ di segmen Indonesia Semarak. Menyenangkan, karena kami juga bertemu pegiat budaya lainnya yang terlibat,” kata Ariesta Pustri dan Bulan Riesta, yang merupakan mahasiswa pasca sarjana semester akhir di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta jurusan Tari.

Ditemui terpisah, Direktur Perfilman, Musik dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Ahmad Mahendra, mengatakan karnaval ini menjadi penting dalam hal menarasikan cita-cita Ki Hajar Dewantara. “Karnaval dalam bentuk pawai akan menggambarkan transformasi pendidikan yang telah digulirkan oleh Kemendikbudristek lewat 24 episode kebijakan Merdeka Belajar. Masyarakat akan mendapatkan pemahaman mengenai esensi belajar yang menyenangkan,” sambung Mahendra.

Selanjutnya, seorang guru yang berkesempatan menyaksikan karnaval secara langsung, Gatot Sukarno Putra, menyampaikan apresiasinya atas kemeriahan acara. “Kiranya lewat karnaval ini dapat menjadi ruang berbagi praktik baik tentang Merdeka Belajar di antara semua pelaku pendidikan jenjang PAUD, dasar, menengah maupun tinggi. Menurut saya karnaval ini sangat penting bagi perkembangan Indonesia untuk berpikir secara internasional namun bertindak secara lokal,” tutur Gatot yang merupakan guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dari Sekolah Dasar Inpres Tiom, Lanny Jaya, Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.

Sementara itu, Duta Bagas Anantya Putra (penyandang disabilitas daksa), Salma, Lutfi, dan Andra (penyandang disabilitas grahita) mengungkapkan kegembiraannya menjadi bagian dari peserta karnaval. “Kami sangat senang menjadi bagian dari karnaval ini. Kami mendapatkan teman baru dan menampilkan tarian kami di hadapan menteri,” ujar anak-anak yang tergabung di Nali Tari, sebuah kelompok tari inklusif di Yogyakarta.

Karnaval ini juga mendapatkan respons dari warga yang turut menyaksikan Karnaval. “Karnaval ini sangat mengesankan, dan belum pernah diadakan di Yogyakarta. Semoga karnaval semacam ini dapat dilaksanakan lagi di masa mendatang,” pungkas Apri Suryanto, seorang warga Yogyakarta.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Sajikan Tayangan Budaya, Indonesiana.TV Raih Penghargaan CNN Indonesia Award 2024

16 Mei 2024 - 10:15 WIB

Kemendikbudristek Apresiasi Penggarapan Film Biopik Ki Hadjar Dewantara

6 Mei 2024 - 22:44 WIB

Persiapan Telah Matang, Kemendikbudristek Siap Suguhkan Konser Musikal ‘Memeluk Mimpi- Mimpi’

22 April 2024 - 11:44 WIB

Peringatan Hari Film Nasional ke-74 Tuai Sambutan Positif Masyarakat

4 April 2024 - 17:10 WIB

Kemendikbudristek: Pramuka Tetap Menjadi Ekstrakurikuler yang Wajib Disediakan Sekolah

1 April 2024 - 14:48 WIB

Memperingati Hari Film Nasional Tahun 2024, Kemendikbudristek Perkuat Ekosistem Perfilman Indonesia

30 Maret 2024 - 22:00 WIB

Trending di Kebudayaan